Harimau Bali

cegah satwa punah

Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah yang dapat ditemui di pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan harimau Sumatera (spesies terancam) Harimau ini adalah harimau terkecil dari tiga sub-spesies; harimau terakhir ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Karena besar pulau yang kecil, hutan yang terbatas, populasi yang tidak pernah lebih besar dan dianggap tidak ada yang selamat hari ini. Spesies ini punah karena kehilangan habitat dan diburu.

Cintai mereka jangan biarkan mereka punah dengan bergabung dengan team cegah satwa punah dot com.

 

foto & sumber : wikipedia

 

Iklan

KBRI Tokyo Boyong Komodo ke Jepang

komodo dragon

Tokyo (ANTARA News) – Semangat memperkenalkan Indonesia ternyata tidak melulu harus melalui kegiatan kebudayaan dan ekonomi, namun bisa juga dengan mengenalkan binatang khas asal Indonesia, seperti yang sedang diupayakan oleh KBRI Tokyo dan dua pengelola kebun binatang besar di Jepang.

Pengelola kebun binatang dari Sapporo dan Sendai itu sengaja datang jauh-jauh ke Tokyo, Rabu, guna bertemu dengan Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar, guna membicarakan realisasi pengiriman komodo dan binatang langka lainnya dari Indonesia.

Pembicaraan di ruang kerja Dubes Jusuf Anwar itu dihadiri oleh Direktur kebun binatang Sapporo Maruyama Zoo, Shinji Kanagawa, dan koleganya Direktur Admnistrasi dari Sendai Yagiyama Zoological Park, Genichiro Endo.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu mencapai kata sepakat untuk diupayakan bisa memboyong langsung komodo dan binatang langka lainnya seperti orang utan, gajah, dan harimau namun dengan persyaratan yang sangat ketat. Syarat tersebut diperlukan mengingat jarak yang jauh, iklim yang berbeda dan perlunya jaminan akan kesehatan binatang-binatang yang dilindungi tersebut.

Untuk menunjukkan keseriusannya, dalam pertemuan itu, kedua petinggi kebun binatang tersebut juga menghadirkan sejumlah pejabat dari masing-masing pemerintahannya.

Genichiro Endo sore itu menggandeng Wakil Walikota Sendai Shuji Kasahara, kepala dinas Biro Konstruksi Kota Sendai Yoshitsugu Inukai dan juga perwakilan pemkot Sendai di Tokyo, Akira Himori.

Sementara itu, meskipun datang sendiri, Shinji Kanazawa, membawa surat resmi Walikota Sapporo, Fumio Ueda, yang meminta dukungan KBRI Tokyo bisa membantu mendatangkannya.

Dubes Jusuf Anwar usai pertemuan mengatakan, kegiatan mendatangkan binatang langka ini sebagai sesuatu yang luar biasa, tidak saja bagi Jepang tetapi juga bagi Indonesia

“Kita sama-sama mengupayakan, karena semangatnya mempererat persahabatan kedua bangsa. Apalagi tahun 2008 ini kedua negara memperingati 50 tahun hubungan diplomatik keduanya,” kata Jusuf Anwar.

Dubes mengatakan, dalam pertemuan itu memang disingung perlunya sesuatu yang unik guna menggugah rasa ingin tahu publik Jepang, salah satunya adalah dengan menghadirkan yang aneh dan langka.

Menurut Dubes, kalau seminar dan promosi investasi orang Jepang sudah jauh lebih paham tentang isi perut Indonesia. Tetapi dengan menghadirkan komodo, harimau dan orang utan, maka seketika akan menggugah rasa ingin tahu rakyat Jepang.

Cintai mereka jangan biarkan mereka punah dengan bergabung dengan team cegah satwa punah dot com.

Alap-alap putih Elang Putih

The Javan Eagle population in Halimun mountain is almost extinct, menyusul kerusakan kawasan hutan lindung akibat adanya penebangan liar yang dilakukan masyarakat.

“Saat ini populasi elang jawa yang ada tercatat sebanyak 19 ekor dan sebelumnya mencapai 200 ekor,” kata Petugas Pengendalian Ekosistem Hutan di Kawasan Tanaman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Dede Nugraha, Rabu.

Menurut dia, menyusutnya populasi burung yang dilindungi pemerintah itu disebabkan tanaman hutan yang dijadikan sumber makanan menepis bahkan beberapa titik menghilang akibat adanya penebangan liar.

Saat ini, menurut dia, elang jawa yang ada hanya tersebar di daerah Cikaniki, Blok Wates dan Gunung Endut sekitar kawasan hutan lindung TNGHS.

Oleh karena itu, pihaknya bersama petugas polisi hutan secara berkala terus melakukan monitoring keberadaan elang jawa, sehingga satwa langka itu tidak terancam punah.

Hingga saat ini, lanjut Dede, berdasarkan hasil monitoring di lapangan hanya sebanyak 19 ekor burung elang jawa yang masih berkeliaran di kawasan hutan konservasi TNGHS.

Akan tetapi, satwa langka itu hingga sekarang belum juga berkembang-biak karena adanya kerusakan kawasan hutan taman nasional itu.

Ia mengatakan, untuk mencegah kepunahan elang jawa di kawasan hutan Gunung Halimun-Salak, maka pihaknya selain melakukan pengamanan ketat juga memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan konservasi.

Kawasan hutan lindung TNGHS yang meliputi tiga Kabupaten yakni Lebak, Bogor dan Sukabumi, banyak satwa spesies yang dilindungi pemerintah. Misalnya, elang jawa, owa abu-abu, macan tutul dan lainnya, katanya.

“Kami meminta masyarakat jangan sampai terjadi pemburuan satwa-satwa langka karena akan merugikan anak cucu kita,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan TNGHS wilayah Kabupaten Lebak, Pepen Rachmat, mengemukakan bahwa hingga saat ini spesies elang yang ada di hutan konservasi terdapat sebanyak 16 jenis, diantaranya elang jawa, elang hitam, elang alap-alap nipon, elang brontak, elang perut karet, elang alap-alap tikus, elang besar laut, dan elang alap-alap jawa.

“Spesies elang tersebut tetap dimonitor petugas, agar tidak terjadi kepunahan,” katanya.

Cintai mereka jangan biarkan mereka punah dengan bergabung dengan team cegah satwa punah dot com.

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!